• (024) 6723456
  • info@stekom.ac.id

Pasar digital bisa dibilang sebagai solusi alternatif yang paling banyak dilirik saat ini oleh para pelaku usaha. Selain memberikan ruang baru untuk bergerak mengembangkan bisnis dan meningkatkan angka penjualan, situasi pandemi yang saat ini dihadapi juga membuat skena digital sebagai sesuatu yang harus mulai digarap agar bisnis dapat tetap bertahan.

Tidak hanya bagi bisnis-bisnis yang sudah memiliki nama yang besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dapat memanfaatkan pasar-pasar baru yang ada di platform digital untuk bertahan dari efek pandemi.


Apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha dari pasar yang cenderung baru ini?


Cakupan Pasar yang Lebih Luas

Jika sebelumnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terbiasa dengan model penjualan konvensional seperti menitipkan produk yang dijual kepada warung-warung atau tempat usaha lain atau melakukan penjualan secara pintu ke pintu. Namun, tentunya dengan kegiatan penjualan semacam ini, tidak banyak pasar yang bisa dijangkau karena kegiatan jual beli jadi terbatasi secara geografis atau hanya dapat dilakukan di satu daerah saja.

Dengan menjamah pasar-pasar yang terdapat pada platform digital, tantangan ini dapat dilalui dengan lebih mudah. Pasalnya, penggunaan internet tidak hanya terbatas di satu daerah saja dan bahkan bisa merambah pasar internasional juga, bukan?

Contohlah Keripik Maicih yang awalnya terkenal dengan gaya jualannya yang unik, yakni dengan secara eksklusif menjual produknya dari bagasi mobilnya yang diparkir dari tempat ke tempat setiap harinya. Walau tak bisa sepenuhnya disebut sebagai model jualan konvensional, cara ini membuat produk Maicih hanya dapat dibeli di satu tempat saja.

Sebagai hasilnya, produk tersebut laris dibeli, tetapi dengan jumlah yang sangat terbatas setiap harinya. Setelah bisnisnya cukup besar, bagaimanapun juga, Maicih membutuhkan pasar yang lebih luas, karenanya produk UMKM yang satu ini pun mulai merambah pasar lain dengan menyediakan pula produk-produk jualannya di toko-toko online.

Dengan cara jualan yang baru tersebut, keripik Maicih bisa memastikan penikmat produknya tidak hanya berasal dari satu daerah saja, tetapi juga menjangkau seluruh pelanggan di Indonesia.

Menghemat Banyak Biaya Dibanding Membuka Cabang

Dalam kegiatan penjualan secara konvensional, menarget pasar baru dan meningkatkan angka penjualan juga dapat dilakukan dengan cara membuka cabang-cabang baru di daerah lain. Namun, dengan cara semacam ini, modal yang dikeluarkan pun akan lebih besar dan akan sangat memberatkan, khususnya bagi para pelaku UMKM.

Dengan menargetkan pasar di ranah digital, untungnya, biaya ini dapat ditekan dengan optimal. Dibanding harus mengeluarkan modal untuk membangun gerai-gerai cabang di setiap daerah, memanfaatkan platform digital bisa menjadi alternatif solusi yang jauh lebih hemat.

Alasan yang sama inilah yang juga melatari banyaknya pelaku usaha yang mencari reseller atau agen dropship. Karena dengan adanya reseller maupun dropshipper, seorang pelaku usaha tidak harus membuka gerai-gerai cabang yang baru untuk menjangkau daerah atau pasar yang ingin ditarget.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan beberapa platform digital sebagai gerai cabangnya, tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membangun gerai fisik. Dengan demikian, pos pengeluaran yang tadinya ingin digunakan untuk membuka gerai cabang pun dapat dialihkan untuk kegiatan pengembangan bisnis yang lebih krusial.

Dapat Dioperasikan dari Mana Pun, Melayani Siapa Pun

Manfaat lain yang bisa didapatkan pelaku usaha dalam menarget audiens digital sebagai pasarnya adalah kemudahan pengelolaan bisnis yang dapat dilakukan dari mana pun.

Tak bisa dipungkiri, keberadaan pandemi COVID-19 yang saat ini tengah melanda telah membuat banyak perubahan, tak hanya dari sisi bisnis saja, tetapi juga untuk hal yang lebih umum seperti karakteristik masyarakat itu sendiri. Dari yang tadinya bisa dengan bebas bepergian, tak sedikit orang yang memutuskan untuk tetap di rumah saja jika memang tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

Sebagai efeknya, kunjungan ke tempat-tempat usaha pun semakin berkurang sejak pertama kali corona virus mulai merebak. Secara tidak langsung situasi ini pun membuat angka penjualan juga  menurun.

Namun, dengan memanfaatkan teknologi digital, bahkan yang paling sederhana sekalipun, efek semacam ini dapat diminimalkan dan memastikan bisnis dapat tetap bertahan dengan angka penjualan yang perlahan-lahan ditingkatkan.

Ace Hardware, sebagai contohnya, di awal tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 mulai masuk ke Indonesia, dengan cepat meningkatkan layanan yang ditawarkan melalui website bisnis yang dikelolanya. Dengan demikian, transaksi bisnis pun dapat tetap dilakukan tanpa pelanggan harus datang ke gerai secara langsung dan berisiko terpapar corona virus.

Selain itu, Ace Hardware juga mengaktifkan layanan pesan-antar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp untuk memastikan pelanggan tak perlu langsung datang ke gerai fisiknya untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Seluruh aktivitas ini ditangani oleh admin yang bertugas untuk melayani pelanggan secara digital, sehingga angka penjualan tidak jatuh terlalu jauh akibat tak adanya kunjungan secara langsung ke gerai Ace Hardware.

Dengan banyaknya peluang yang bisa digali dari pasar digital, pelaku UMKM sebaiknya mulai melirik dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan bisnisnya. Dari berbagai aspek, khususnya dalam situasi pandemi seperti sekarang, mulai mengelola gerai-gerai digital dapat menjadi pilihan yang tepat.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved